Picture’s Credit: http://heim.ifi.uio.no/~kristen/FORSKNINGSDOK_MAPPE/F_OO_start.html
Akhirnya masa liburan telah usai, dan tibalah masa kuliah. Kuliah semester ini diawali dengan kuliah Object-Oriented Programming (OOP). Instruktur dari kuliah ini adalah Pak Edi Winarko.
Seperti kuliah-kuliah pertama lainnya, pada kuliah ini membahas introduction to object-oriented programming. Sebelum dibahas, perlu diingatkan, bahasan pada blog ini merupakan interpretasi pribadi dari orang yang masih belajar.
Jadi, bila ada yang tidak benar merupakan kesalahan penulis. That’s it. Now continue…
Objek
Ketika mendengar Object-oriented programming, yang terlintas di benak pertama kali mungkin pertanyaan,
“Apa itu objek? You must define it first”, They say.
Hmmm well, menurut lecture notes di:
http://burks.bton.ac.uk/burks/pcinfo/progdocs/oocourse/ooc/obj1/lesson1.htm
Bukalah mata anda dan anda sudah melihat objek. Mungkin di sebelah ada mahasiswa, dosen, kucing, atom, es krim, es buah, politikus, Bandung Bondowoso. Dunia dibangun dari objek-objek.
Tentu ini bukanlah definisi yang rigor. Tapi saya tahu, anda tahu, dan kita sama-sama tahu apa maksudnya. After all we’re not mathematicians. We just want to build interesting systems with those objects.
Objek dapat dideskripsikan lewat atribut dan operasinya. Atribut merupakan karakteristik objek yang bisa berubah. Katakanlah, tinggi, berat, warna rambut, mencerminkan atribut dari manusia. Operasi merupakan hal-hal yang objek bisa lakukan atau yang bisa dilakukan terhadap objek tersebut. Manusia bisa berolahraga, berdiet, menyemir rambut, atau dicintai. Pada notasi OOP, objek manusia digambarkan seperti ini.
Untuk contoh pemodelan objek-objek yang lain, bisa dilihat di lecture notes pada alamat di atas. Banyak contoh yang menarik di sana. Ada Wolf dan Grandma (Ingat dongeng Serigala dan Nenek, Serigala ingin memakan nenek kalau tidak salah), red riding hood (saya tidak tahu dongeng tentang apa ini), dan juggling ball (contoh yang aneh).
Sedikit tentang lecture notes, saya sudah membaca lecture notes lesson 1. Bahasannya cukup menarik, jelas, dan mudah dipahami. Bagi yang sebelumnya merasa OOP adalah nightmare (seperti saya), maka disarankan membaca lecture notes ini.
Hanya satu kekurangannya, No Code. Karena itu, cari juga sumber lainnya untuk mengimplementasikan konsep-konsep ini. Kalau saya, baca lecture notes dan baca OOP pada PYTHON. Yes, I love those Monthy Python! (Mungkin baca JAVA juga, karena diperlukan pada kuliah ini)
Cukup tentang objek, tapi masih ada konsep-konsep OOP berikutnya yang menarik seperti inheritance, composition, class diagram, sequence diagram, etc. We are still in the edge of the OOP Ocean. Konsep ini mungkin dibahas pada postingan berikutnya.

